Cara Pintar Lolos Interview Kerja

Simak 4 tips pintar berikut ini yang harus kamu kuasai sebelum datang ke interview kerja!

Mengkuti serentetan tes lamaran pekerjaan terkadang memang bisa terasa melelahkan. Apalagi untuk melamar pekerjaan sebagai fresh graduate dan untuk posisi management trainee  yang sekarang sedang sangat banyak dilakukan rekrutmennya oleh banyak perusahaan. Saya sendiri punya banyak pengalaman dalam melamar pekerjaan untuk management trainee. Setelah sempat berulang kali gagal di beberapa perusahaan yang saya lamar, akhirnya saya berhasil diterima di perusahaan saya saat ini bekerja sebagai salah satu lulusan management trainee pada saat itu. Untuk teman-teman ketahui, proses yang saya tempuh sejak dimulai tes pertama, yakni submit cv, hingga ke tahap offering memakan waktu 8 bulan loh… Luar biasa bukan?

Dari semua proses yang harus dilakukan oleh pelamar kerja, saya rasa tahapan tes yang harus benar-benar di waspadai adalah tes interview. Karena tes inilah satu-satunya ujian yang bisa jadi bersifat sangat subjektif, dengan kata lain berdasarkan preferensi personal yang melakukan interview atau pewawancara. Umumnya,setiap pewawancara, meskipun mereka memiliki penilaian standar untuk wawancara tertentu, namun persepsi masing-masing pewawancara bisa jadi berbeda dalam menilai standar yang mereka lihat dari calon pekerja. Jadi, kamu harus memberikan usaha terbaikmu untuk mengalihkan perhatian pewawancara. Jangan khawatir dan tidak perlu cemas. Simak tips berikut ini untuk mempersiapkanmu menghadapi “kejamnya” tes interview kerja. 😉

 

  1. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang, tetap tenang dan fokus. 

Sebelum memenuhi undangan interview, persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan pastikan dirimu dalam keadaan tenang dan tidak gugup. Berangkatlah lebih pagi untuk menghindari ketergesaan dan kepanikan kalau-kalau kamu terjebak kemacetan dan jangan lupa sarapan yang cukup sebelum berangkat.

Begitu namamu dipanggil, tarik napas dalam-dalam dan pusatkan fokus dan konsentrasimu lalu kemudian melangkahlah dengan tegap ke dalam ruangan.

Berbicalah dengan jelas dan seperlunya serta tidak bertele-tele. Kendalikan fase bicaramu, dan jangan berbicara terlalu cepat. Tetap fokus namun santai seperti sedang berbicara dengan teman sendiri.

 

  1. Percaya Diri

Gugup dan gerogi itu merupakan hal yang biasa kita alami diberbagai macam situasi. Bahkan  di saat-saat tertentupun seorang professional masih bisa menglami Bicara dengan percaya diri. Sangatlah wajar apabila kamu merasa gugp di pengalamanmu yang masih dini dengan lingkungan kerja.

Saran terbaik yang bisa saya berikan adalah jangan pernah merasa malu. Percayalah pada kemampuanmu dan yakin bahwa kamu bisa menarik perhatian pewawancara. Apabila kamu belum percaya degan kemampuanmu, jangan khawatir dan selalu ingat jargon ini : “fake it till you make it!”.

Tidak ada seorang sukses-pun di dunia ini pada masa awal perjuangannya mengetahuui garis nasib mereka bawa pasti akan sukses di masa mendatang. Namun dengan kepercayaan diri bahwa mereka bisa meraih yang diinginkan dan keyakinan bahwa semua bisa dilakukan, hal inilah yang menjadi afirmasi dan membawa mereka ke kesuksesan sesungguhnya.

Untuk itu ingatlah untuk selalu percaya diri dalam “menjual” dirimu sebaik-baiknya. Termasuk dalam hal saat kamu menghadapi interview kerja. Lihatlah mata pewawancara saat menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Eye contact merupakan elemen krusial bagi pewawancara dalam menilai kwalitias dirimu. Apabila kamu berhasil membuat mereka memberikan tatapan balik yang antusias, maka kamu sudah berhasil membuat dirimu menjadi perhatiannya.

 

  1. Jawablah pertanyaan secara komprehensif.

Setelah selesai dengan perkenalan diri, pewawancara akan mulai mengajukan beberapa pertanyaan untuk kamu jawab. Pertanyaan yang diajukan bisa beragam dan terkadang random. Mulai dari latar belakang pendidikanmu, minatmu bekerja, hingga ke hobi dan kesengananmu sehari-hari. Sesi ini merupakan sesi yang penting bagi pewawancara utuk mengenal dirimu lebih dalam dalam memutuskan apakah kamu memiliki kwalitas yang perusahaan butuhkan.

Tips: jawablah dengan komprehensif bukan sekedar informatif.

Misalnya, pewawancara bertanya apa jenis pekerjaan yang kamu minati? Usahakan untuk tidak menjawab sekedar “Marketing, bu.”. Sebelum pewawancara menanyakan alasannya, lengkapi jawaban kamu dengan motivasi dan pengalaman yang pernah kamu lakukan di bidang tersebut. Biarkan pewawancara tahu bahwa kamu bersemangat dan berpengetahuan luas.

Contoh : Saya sangat tertarik untuk bergabung di perusahaan X dan menjadi bagian dari tim Marketing. Dengan latar belakang S1 saya di bidang manajemen, saya memiliki banyak pengalaman dengan teman-teman di universitas dalam menjalankan beberapa project dan memasarkan produk kami. Salah satu contohnya program Pentas Seni XXX yang kami laksanakan tahun lalu. Sungguh sangat menyenangkan disaat pada akhirnya kami berhasil memasarkan event kami dan mendapatkan tanggapan baik serta mencapai target penjualan tiket yang kami harapkan. Marketing merupakan tantangan yang menyenangkan buat saya dan saya ingin berkontribusi dan menggali lebih banyak pengalaman di dalamnya.

Kurang lebih contohnya seperti diatas, namun usahakan untuk tidak menyampaikan terlalu banyak dan menjadi tidak relevan.

 

  1. Pilih dan kenakan pakaian terbaikmu.

First impression matters most! Penampilan luarmu menjadi yang pertama dinilai oleh pewawancara. Tidak harus mahal dan mewah, namun bersih dan rapi adalah kewajiban penampilan yang harus kamu tunjukkan saat interview kerja.

Apabila kamu termasuk tipe yang tidak terlalu memikirkan penampila, berkonsultasilah dengan orang lain sebelum menghadiri undangan interview. Konsultasikan dengan teman, keluarga, kolega atau siapapun. Tanyakan “How do I look?” Dapatkan masukan, dan perbaiki peampilanmu. Meski kamu seorang fresh graduate, usahakan untuk memberi kesan profesional. Hal Ini akan menunjukkan kepada pewawancara seberapa serius usahamu untuk berada dalam tim mereka.

Tips khusus untuk wanita: Make up dan Hair do adalah suatu keharusan.

Make up ringan akan mendukung penampilanmu dengan sangat signifikan. Tidak hanya akan memberi tampilan profesional, tapi make up juga bisa meningkatkan kepercayaan diri karena kamu akan terlihat lebih segar di mata pewawancara.

Selain itu rambut juga merupakan hal yang penting. Luangkan sedikit waktumu untuk menatanya. Apabila kamu tidak sempat melakukannya, rapikan rambutmu dan ikat atau jepit dengan cantik kebelakang sehingga terurai dengan benar.

Hal terakhir adalah sepasang sepatu hak tinggi. Bagi saya, ini lebih dari sekedar penting. Karena high heels bisa memperbaiki postur tubuh sehingga berjalan tegap dengan percaya diri. Sepatu yang tepat akan mendongkrak penampilanmu. Jadi jangan pernah lupa memakai sepatu hak tinggi!

Nah, tidak susah bukan untuk meguasai cara pintar lulus interview kerja? Pasti bisa dilakukan denga persiapan yang baik dan matang.

Sudah cukupkah persiapan yang kamu lakukan? Apakah kamu sudah siap untuk memasuki dunia kerja? Temukan jawabannya, dan perbaiki kesiapanmu dengan mengikuti QUIZ berikut ini?

Bagikan ke temanmu untuk bisa bersama-sama memperbaiki diri dalam memasuki dunia kerja!

Yuk ikuti quiznya sekarang!

Ikra Loveni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *