Ini Dia Cara Membuat CV Yang Benar dan Menarik Perhatian Recruiter!

Membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Kehidupan terkadang bisa membuat kita sangat lelah dan depresi. Lembaran CV merupakan lembaran yang sangat penting dalam menggambarkan gambaran singkat dan padat mengenai diri sendiri saat kita melamar suatu pekerjaan. Tidaklah mudah untuk menyusun CV yang benar dan bisa menarik perhatian recruiter terhadap aplikasi lamara kerja kita, apalagi bagi seorang lulusan baru universitas yang masih belum memiliki pengalaman kerja.

Apakah kamu baru saja lulus dari kampusmu dan saat ini sedang mencari-cari pekerjaan? Apakah kamu merupakan salah satu lulusan terbaik dari kampusmu namun masih belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginanmu? Apakah kamu sering menerima penolakan dari perusahaan yang kamu apply untuk bekerja?

Jangan khawatir dan tidak perlu cemas, karena kamu bukan satu-satunya yang memiliki pengalaman seperti ilustrasi di atas. Banyak lulusan baru yang saat ini kesulitan mendapatkan perkerjaan impian sesuai dengan yang diharapkan.

“Cari orang itu susah!” begitu ungkap salah satu teman saya yang bekerja di salah satu management consulting ternama di Jakarta yang meyediakan jasa untuk consulting HRD. Saat itu dia sedang mengerjakan salah satu project dengan client perusahaannya untuk mencarikan talent yang memiliki kualifikasi sesuai dengan posisi yang dipersyaratkan.

Saya cukup terheran mendengar pernyataan teman saya ini, mengingat angka pengangguran di Indonesia begitu besar dan saya sangat yakin banyak diantaranya merupakan calon pekerja yang memiliki kualitas baik dan bahkan sangat baik untuk mengisi berbagai posisi yang dikehendaki oleh perusahaan di berbagai jenis industri.

Tahukah kamu bahwa hingga tahun lalu, Agustus 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja? Jumlah ini meningkat sebesar 2.62 juta atau naik sekitar 2% dibandingkan Agustus tahun sebelumnya dimana jumlah angkatan kerja sebesar 125.44 juta orang. Sungguh menjadi fenomena yang cukup unik di saat suasana pertumbuhan bisnis di Indonesia sedang melaju dengan sangat pesat dan kebutuhan akan talent juga berbanding lurus dengannya.

Kembali ke pernyataan yang disampaikan teman saya diatas,”Cari orang itu susah!”, begitu ironis bukan ditengah semakin banyaknya angkatan kerja yang Indonesia hasilkan dari tahun ke tahun, penyerapan tidak dapat dilakukan secara optimal oleh perusahaan-perusahaan pencari pekerja. Logika ilmu ekonomi dasar mengenai supply dan demand bahkan tidak bisa berlaku dalam ilustrasi ini.

Tahukah kamu apa yang menjadi penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia?

Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh beberapa professional dibidangnya seperti Economist Intelligence Unit (The Economist) for the British Council; McKinsey & Company; dan World Bank, mereka mengungkapkan bahwa terdapat kesenjangan serius yang terbentuk dari ketidaksesuaian tuntutan pasar kerja dan ketrampilan yang dimiliki lulusan universitas. Siap atau tidak, kesenjangan tersebut akan semakin melebar ditahun-tahun  ke depan, dan mendapatkan pekerjaan akan terasa semakin menyulitkan.

Tidak hanya sampai disitu, kontribusi lain penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia adalah juga karena kurangnya kesiapan para lulusan universitas untuk mencari pekerjaan. Disadari atau tidak para lulusan universitas bisa jadi tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan yang cukup dalam mempersiapkan diri untuk berjuang di pertarungan pencarian kerja.

Masih banyak yang bahkan belum memiliki pengetahuan memadai mengenai cara membuat CV dan cover letter yang benar, cara menghadapi tes focus group discussion yang tepat, maupun cara melakukan interview yang bisa merebut perhatian recruiter untuk segera menawarkan pekerjaan. Padahal hal-hal tersebutlah yang menjadi pintu para pencari kerja meraih pekerjaan yang diharapkan.

Ilustrasi tersebut sebetulnya sungguh termaklumi dan dapat dipahami mengingat pengetahuan-pengetahuan mengenai kesiapan kerja bisanya tidak diajarkan dalam kurikulum formal universitas. Belum lagi tidak sedikit mahasiswa yang terlalu menghabiskan waktu dengan jadwal perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan sehingga tidak bisa melatih diri secara matang untuk mempersiapkan pertarungan pencarian kerja yang ada di depan mata setelah kelulusan. Namun tidak perlu putus asa karena bukan kamu seorang yang sedang berjuang di luar sana.

Jika kamu masih belum mendapatkan perkerjaan sampai saat ini, bagaimana caramu mengatasinya?

Tahukah kamu bahwa dalam 1 gelombang recruitment, sebuah perusahaan bisa menerima ribuan CV dari ribuan pelamar? Tahukah kamu bahwa recruiter hanya menyisihkan sepersekian detik dari waktunya dalam melakukan screening cepat untuk masing-masing CV dari ribuan pelamar tersebut?

CV merupakan elemen yang paling penting bagi pencari kerja. CV merupakan kunci krusial untuk melaju ke tahapan tes-tes berikutnya. Untuk itu kamu perlu memberikan usaha tebesarmu dalam mempersiapkan dan menulis CV yang benar dan dapat menarik perhatian recruiter untuk mengundangmu ke tes tahapan berikutnya.

CV yang benar dan menarik perhatian recruiter merupakan CV yang berisikan konten yang jelas dan padat mengenai ketrampilan dan pengalaman yang kamu miliki serta harus bisa menggambarkan bahwa kamu merupakan kandidat yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan.

Solusi : Persiapkan CV yang ciamik untuk menarik perhatian recruiter

Membuat CV yang baik dan benar serta jelas dan dapat menarik perhatian recruiter tidaklah mudah, apalagi bagi teman-teman lulusan baru universitas yang belum pernah memasuki dunia kerja.

Saya yakin kebanyakan dari teman-teman pada akhirnya melakukan pencarian di Google dengan memasukkan kata kunci “contoh CV yang benar” untuk mencoba memperbaiki CV sendiri. Pada halaman pertama pencarian teman-teman akan menemukan banyak contoh CV yang dibagikan dari berbagai sumber. Tapi percayalah, banyak dari contoh-contoh CV tersebut justru malah menyesatkan dan mungkin tidak akan dilirik oleh para recruiter karena konten yang tidak menarik maupun ketidaksesuaian konten dan pekerjaan yang di lamar. Jadi kamu harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi mengenai pembuatan CV, karena CV merupakan gambaran reputasimu di mata para recruiter. 

Jadi bagaimana sih membuat CV yang benar dan bisa menarik perhatian recruiter itu? Simak tips yang saya bagikan berikut ini! Dont’s untuk hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan atau tuliskan dalam pembuatan CV. Do’s untuk tips ciamik untuk membuat CY dan membantu kamu mempercepat mendapat pekerjaan.

Berikut Tips Expert membuat CV! Spesial hanya untuk kamu!

Ikuti tips-tips dibawah ini untuk memperbaiki CV dan membuka peluang lebih lebar untukmu dalam mendapatkan pekerjaan.

Don’tS

  1. Tidak menarik dan membosankan, hanya terdiri dari poin-poin tanpa penjelasan singkat.
  2. Memasukkan informasi pencapaian yang tidak relevan ke dalam CV (tidak ada recruiter yang perlu tahu mengenai kejuaraanmu sebagai atlet bulutangskis di masa sekolah. Kecuali kamu mengajukan lamaran untuk berpartisipasi di SEA Games.)
  3. Memasukkan latar belakang pendidikan sejak Sekolah Dasar. Sesungguhnya yang recruiter ingin ketahui dari latar belakang pendidikanmu cukup mencakup universitas dan penjurusan yang sudah kamu tempuh selama masa kuliah.
  4. Terlalu panjang dan bertele-tele. Ingat, recruiter hanya memiliki beberapa detik untuk memeriksa satu CV.
  5. Design berlebihan dan mencolok.
  6. Tidak perlu menyertakan pernyataan seperti “CV ini dibuat sesungguh-sesungguhnya dan tanpa mengada-ada”. Recruiter sudah terbiasa menghadapi ribuan CV dalam keseharian pekerjaan mereka, mereka sudah memiliki kemampuan untuk melakukan filter terhadap CV-CV tersebut. Jika kamu mengada-ada tentang pencapaianmu yang berlebihan dan tidak match dengan kwalifikasimu, mereka akan langsung mengetahuinya dan menyisihkan CV-mu.

Do’S

  1. Tuliskan informasi mengenai identitas dirimu secukupnya. Nama, sekilas profil tentang dirimu dan kontak informasi (email dan nomor telepon cukup).
  2. Jelaskan pencapaian edukasimu dengan singkat selama di universtias dengan jelas. Jangan hanya menuliskan Lulusan Universitas X, Jurusan Y.
    • Berikan sedikit penjelasan seperti; lulusan cumlaude dengan IPK 3.6. Atau bisa juga menjelaskan sedikit tentang fokus kajian skripsimu sehingga kamu bisa memberikan gambaran kepada recruiter mengenai keahlianmu.
    • Contoh, Fokus Studi : Bisnis Internasional dengan kajian akhir mengenai strategi ekspansi Perusahaan Z di kawasan Asia Tenggara.
  3. Tonjolkan proyek-proyek yang pernah kamu lakukan di kampus, ingat, hanya yang berkaitan dengan jabatan atau pekerjaan yang kamu apply.
    • Contoh, jika kamu melamar sebaai seorang HRD, lampirkan pengalamanmu mengenai kegiatan kemahasiswaan dimana kamu bertanggungjawab dalam menyeleksi mahasiswa baru untuk menjadi anggota Himpunan.
    • Jika kamu melamar untuk posisi sales & marketing, lampirkan pengalamanmu mengenai penggalangan dana yang kamu lakukan dari sponsor untuk acara pensimu di kampus. Bukan sebaliknya.
  4. Lakukan riset yang mencukupi mengenai perusahaan yang dituju. Sesuaikan kwalifikasi dengan kebutuhan yang diinginkan, tanpa harus berlebihan. CV-mu harus fleksibel dan tidak kaku. Kamu harus bisa kreatif dalam melakukan padu padan kata yang sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar.
    • Contoh, kamu memiliki pengalaman sebagai pengurus majalah bulanan kampus. Ketika kamu ingin melamar untuk departemen operasi, yang harus kamu tonjolkan adalah skill dalam time management untuk mengatur dan menyelesaikan materi tepat waktu, sehingga memberikan gambaran bahwa kamu memiliki project management yang baik dan sesuai dengan kebutuhan departemen operasi.
    • Namun, dengan posisi yang sama, jika kamu melamar untuk departemen sales & marketing, yang harus kamu tonjolkan adalah mengenai keberhasilan pencapaian tim-mu dalam menggalang dana untuk pembiayaan majalah kampus tersebut, atau jika majalah tersebut berbayar, kamu bisa sebutkan juga jumlah exemplar yang berhasil kamu jual setiap bulannya. Tidak sulit bukan?
  5. Jika kamu ingin memberikan sentuhan warna dan design  pada CV-mu supaya tidak terlihat membosankan, lakukanlah dengan minimalis dan tidak berlebihan. Jangan sampai recruiter sakit mata dibuatnya ;). Tentu saja poin ini akan berkebalikan jika kamu memang melamar untuk posisi designer, untuk itu kamu bisa sekaligus memamerkan skill design langsung di CV yang kamu susun sendiri.

Pada dasarnya membuat CV itu tidak susah, memang membutuhkan waktu, fokus, dan usaha maksimal supaya bisa menghasilkan cerminan terbaik dari dirimu di mata recruiter. Memang sangat menantang dan terkadang-pun kita bisa stress dibuatnya, apalagi dengan sudah banyaknya CV yang kita sebar dimana-mana tapi tidak satupun perusahaan yang mengundang untuk melanjutkan ke tahapan tes berikutnya. Kuncinya satu, ungkap dirimu dengan sebaik-baiknya dalam rangkaian kata yang singkat, padat dan menarik.

“If you do not talk with great words about YOU, do not expect others to do it.” dr. Mani Sivasubramanian

Nah, semoga tips dan saran – saran saya ini bisa bermanfaat buat teman-teman ya. Kalau teman-teman masih memiliki pertanyaan mengenai pembuatan dan penyusunan CV, please contact me at any time. Saya bisa memberikan konsultasi ataupun membantu teman-teman untuk membuat CV yang benar dan menjadi sangat menarik bagi para recruiter. 

Klik link dibawah ini untuk membuka peluang lebih besar untuk langkahmu dalam mendapatkan kerja impian dimulai dengan pembuatan CV yang ciamik! 😉

Ikra Loveni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *